Selamat Datang di www.elfaizz.blogspot.com semoga apa yang kami suguhkan bermanfaat, Kami mohon ma'af apabila masih banyak kekurangan dan kesalahan, Kritik dan saran sangat kami harapkan

Jumat, 17 Agustus 2012

IDUL FITRI & BEBERAPA HADITS

Allaahu Akbar Allaahu Akbar Allaahu Akbar. Laa ilaa ha illAllaahuallahu akbar. Allaahu Akbar Walillaahilhamd.
Gema takbir seolah sudah hadir di sini. Kemeriahan Lebaran sudah terasa. Anak-anak kecil sibuk memajang baju lebaran mereka agar tak lupa nanti memakainya.
Muslimin layak bergembira kelak sebab bulan penuh ujian kesabaran dari Allah (mudah-mudahan) telah dilalui dengan sukses. Orang beriman yang telah sebulan berpuasa di siang hari, berdiri menegakkan sholat tambahan di malam hari, dan melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an sepanjang hari, maka mereka ini layak disebut sebagai orang-orang yang menang.
Menurut sunnah Nabi Saw memang di kedua hari Raya (Iedl Fitri dan Iedl Adha) dianjurkan untuk memperlihatkan kegembiraan, bahkan diperbolehkan menonton permainan untuk memeriahkan hari Raya. Itu sebabnya pula pada hari raya dilarang berpuasa. Berpuasa adalah wujud keprihatinan, sedangkan di hari raya harus memperlihatkan kegembiraan.
Namun dalam ajaran Islam yang mulia ini, sebenar apapun kita bergembira, tetap kita tak boleh berlebihan hingga melupakan ajaran Islam itu sendiri.
Banyak di antara perilaku hasil budaya umat Islam dalam merayakan hari raya kini telah tercampur dengan berbagai penyimpangan yang malah mencederai ajaran Islam.
Renungkanlah ucapan yang disunnahkan di hari Fitri:
”Taqobbalallaahu minna wa minkum, kullu aamnin wa antum bi khoir” (Semoga Allah Menerima amal kami dan kalian, semoga sepanjang tahun Anda selalu dalam kebaikan).
Ramadhan adalah perbekalan kita setahun ke depan, jangan menangkan syetan justru di hari Fitri. Allahumma ja’alna minal aa idiin wal faidzin. (Ya Allah jadikanlah kami orang yang kembali dan orang yang menang). Amin....
“Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat ‘ied maka zakat (fitri)nya diterima, dan barangsiapa menunaikannya setelah shalat, maka ia hanyalah salah satu bentuk sedekah.” – Ibnu Majah 1817
“Dari Malik dari Nafi’ bahwa Abdullah bin Umar mandi pada hari raya Idul Fitri sebelum pergi ke tempat shalat Ied.” – Malik 384
“Pada hari Iedul Fitri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak keluar untuk shalat hingga beliau makan terlebih dahulu. Sementara pada hari raya kurban (Iedul Adha) beliau tidak makan hingga kembali (dari shalat).” – Ibnu Majah 1746
“Pada hari raya Idul Fitri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak berangkat untuk melaksanakan shalat hingga beliau makan beberapa butir kurma.”. “Beliau makan beberapa kurma dengan bilangan ganjil.” – Bukhari 900
Dari Ummu ‘Athiyyah dia berkata; “Rasulullah menyuruh kami, demi ayah dan ibuku agar kami menyuruh keluar semua gadis, orang tua dan orang yang menstruasi di hari raya idul fitri dan idul adha, sedangkan orang-orang yang sedang haidh hendaknya menjauhi tempat shalat, dan untuk menyaksikan (acara) yang baik serta memenuhi undangan kaum mulimin” – Ahmad 1986
“Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat ‘Ied, beliau mengambil jalan yang berbeda (antara berangkat dan kembali).” – Bukhari 933
“Pada hari ini telah berkumpul bagi kalian dua hari raya (Id dan Jum’at), barangsiapa ingin melaksanakan, maka (shalat Id) sudah mencukupi shalat jum’atnya, namun kami akan tetap melaksanakan Jum’at.” – Abu Daud 907
“Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang berpuasa pada dua hari, yaitu pada hari Idul Adha dan Idul Fitri.” – Muslim 1921
“Barangsiapa berpuasa ramadhan kemudian mengikutinya dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka itu senilai puasa satu tahun.” – Ibnu Majah 1706
Reaksi:

2 komentar:

  1. Benar juga ya, di desa ane tiap ada hari "idul", selalu ngadain pesta "togel" gan. . .
    tapi, ulama-ulamanya gak ada yang marah ? hmmmmm

    BalasHapus
  2. Begitulah manusia, yang di ciptakan sebagai mahluk yang sempurna, tp lupa pada yg menciptakan.
    Thanks Gan....

    BalasHapus