Selamat Datang di www.elfaizz.blogspot.com semoga apa yang kami suguhkan bermanfaat, Kami mohon ma'af apabila masih banyak kekurangan dan kesalahan, Kritik dan saran sangat kami harapkan

Sabtu, 11 Agustus 2012

Meriahnya Idul Fitri

Pada setiap kali menjelang Idul Fithri seperti sekarang ini atau tepat pada hari rayanya, seringkali kita mendengar dari para Khotib di mimbar menerangkan, bahwa Idul Fithri itu ma’nanya -menurut persangkaan mereka- ialah kembali kepada FITRAH, yakni kita kembali kepada fitrah kita semula disebabkan telah terhapusnya dosa-dosa kita.
Begitulah yang sering kita dengar ketika mengikuti khobah setelah Sholat Id.
diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. : tak sekalipun Nabi Muhammad Saw pergi (untuk shalat) pada hari raya idul fitri tanpa makan beberapa kurma sebelumnya. Anas juga mengatakan : Nabi Muhammad Saw makan kurma dalam jumlah yang ganjil
Berikut ini beberapa ayat dan hadits tentang Idul Fitri :
1. Al Quran menerusi ayat 185 surah al-Baqarah:
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan (hari terakhir Ramadan 30 hari) dan kamu mengagungkan Allah (bertakbir raya) atas petunjuk-Nya yang dianugerahkan kepada kamu agar kamu menjadi orang-orang yang bersyukur.”
2. Imam Tabrani r.a. yang bermaksud:
“Barang siapa menghayati malam Hari Raya Aidil Fitri dan malam Hari Raya Aidil Adha dengan amal ibadah sedang dia mengharapkan keredaan Allah semata-mata hatinya tidak akan mati seperti hati orang-orang kafir.”
3. Daripada Umamah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w. telah bersabda barang siapa mengerjakan amal ibadah pada malam Hari Raya Aidilfitri dengan mengharapkan keredaan Allah semata-mata hatinya tidak akan mati pada hari kiamat sebagai matinya hati orang-orang yang kafir ingkar pada hari kiamat.
4. Imam Tabrani r.a. yang bermaksud:
“Barang siapa menghayati malam Hari Raya Aidil Fitri dan malam Hari Raya Aidil Adha dengan amal ibadah sedang dia mengharapkan keredaan Allah semata-mata hatinya tidak akan mati seperti hati orang-orang kafir.
5. Di dalam hadis yang lain Rasulullah s.a.w. bersabda daripada Anas r.a. maksudnya:
Hiasilah kedua-dua Hari Raya kamu iaitu Hari Raya Puasa dan juga Hari Raya Korban dengan Takbir, Tahmid dan Taqdis.
6. “Artinya : Dari Abi Hurairah , sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda. Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan Fithri itu ialah pada hari KAMU BERBUKA. Dan Adha itu ialah pada hari kamu menyembelih hewan”.
SHAHIH. Dikeluarkan oleh Imam-imam : Tirmidzi No. 693, Abu Dawud No. 2324, Ibnu Majah No. 1660, Ad-Daruquthni jalan dari Abi Hurarirah sebagaimana telah saya terangkan sanadnya di kitab saya “Riyadlul Jannah” No. 721. Dan lafadz ini dari riwayat Imam Tirmidzi.
7. Dan dalam salah satu lafadz Imam Daruquthni :
“Artinya : Puasa kamu ialah pada hari kamu berpuasa, dan Fithri kamu ialah pada hari kamu berbuka”.
8. Dan dalam lafadz Imam Ibnu Majah :
“Artinya : Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka, dan Adha pada hari kamu menyembelih hewan”.
9. Dan dalam lafadz Imam Abu Dawud:
“Artinya : Dan Fithri kamu itu ialah pada hari kamu berbuka, sedangkan Adha ialah pada hari kamu menyembelih hewan”.
5) Praktek-praktek Menjelang Puasa HariMuslim mendorong orang untuk beramai-ramai i'tikaf dimasjid sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan (untuk-21 malam ke malam atau ke-29-30) kerana diperkirakan akan bertemu malam ini LAILATIL Qadr atau malam daya yang memiliki nilai lebih baik dari 1000 bulan. Praktek ini dilakukan pada saat kehidupan Nabi Muhammad dan para sahabat dan abad-abad berikutnya, bahkan sampai sekarang masih melakukannya indah disesetengah negara Islam, khususnya di Masjidil Haram (Mekah), tapi sayangnya di negara kita adalah Idil sebagian besar umat Islam menyapa ' Fitri fizikal lebih terkonsentrasi dalam bentuk atau ke luar, yang tidak sesuai sesetengahnya dengan semangat ajaran Islam. Sejak awal Ramadhan lagi, mereka lebih terkonsentrasi ke pusat membeli-belah pihak, menyelesaikan penyusunan membeli pakaian, dekorasi rumah dan lain-lain lagi. Ketika pesta itu tentang, lebih banyak rumah yang sebagian besar terkonsentrasi ratu-kuih muih menyediakan berbagai jenis.Setiap individu Muslim dan Muslim aktiviti diperlukan untuk menilai semua yang telah berjalan selama ini, yang sesetengahnya telah menjadi 'budaya' acara termasuk bentuk sambutan 'Idil Fitri. Karakteristik yang diambil dari luar budaya Islam atau warisan budaya asing, yang tidak sesuai dengan syariat Islam dan aqidah membiarkan ditinggalkan. Kami dapat menyediakan makanan, juadah dan kuih0muih untuk Hari Raya tetapi marilah dalam bentuk yang sederhana. Demikian pula, rumah perhiasan, pakaian untuk dirinya sendiri dan anak-anak mestilah sesuai dengan ekonomi keluarga. Event-agama perangko ziarah kunjungan tua, Sandara-mara, kerabat, orang-orang yang berkontribusi bagi kita sebagai guru dan pendamping Sabahat sebenarnya tidak terbatas pada Pesta berkat Sahaja, tetapi perlu dilakukan pada hari dan yang lain yang sesuai bulan selama selama, sebagai Nabi Rasullullah sawyang berarti: ". sayang saudara mara Ziarahilah Anda dari waktu ke waktu ia dapat menambahkan kerana" Terlebih lagi agama mengunjungi orang tua kita, membiarkan mereka melakukan labih sering dan jangan menunggu Hari Raya Sahaja. Praktek itu perlu juga meminta maaf segera dilakukan jika kita merasa telah membuat pengawasan dan kesalahan pada orang lain.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar