Selamat Datang di www.elfaizz.blogspot.com semoga apa yang kami suguhkan bermanfaat, Kami mohon ma'af apabila masih banyak kekurangan dan kesalahan, Kritik dan saran sangat kami harapkan

Rabu, 08 Agustus 2012

Indahnya keistimewaan bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan mengajarkan akan adanya tujuan setiap perbuatan dalam kehidupan. Di bulan puasa kita diharuskan sungguh-sungguh dalam beribadah, menetapkan niat yang juga berisi tujuan kenapa dilakukannya puasa. Tujuan puasa adalah untuk melatih diri kita agar dapat menghindari dosa-dosa di hari yang lain di luar bulan ramadhan. Kalau tujuan tercapai maka puasa berhasil. Tapi jika tujuannya gagal maka puasa tidak ada arti apa-apa. Jadi, kita terbiasa berorientasi kepada tujuan dalam melakukan segala amal ibadah.

Bulan Ramadhan mengajarkan pada kita hidup ini harus selalu mempunyai nilai ibadah. Setiap langkah kaki menuju masjid ibadah, menolong orang ibadah, berbuat adil pada manusia ibadah, tersenyum pada saudara ibadah, membuang duri di jalan ibadah, sampai tidurnya orang puasa ibadah, sehingga segala sesuatu dapat dijadikan ibadah. Sehingga kita terbiasa hidup dalam ibadah. Artinya semua dapat bernilai ibadah. Bulan ramadhan mengajarkan pada kita akan arti hidup hemat dan sederhana. Setiap hari kita membeli kue dan minuman untuk berbuka puasa. Dari sekian banya kue dan minuman yang kita beli. Hanya minuman segelas teh buatan kita sendiri yang diminum. Yang lain banyak tertinggal dan sebagian terbuang keesokan harinya.
Hal ini menyadarkan kita, bahwa apa yang kita beli banyak-banyak sebelum berbuka, hanyalah hawa nafsu saja. Kebutuhan kita hanyalah segelas teh manis! Mengapa kita harus membeli banyak-banyak minuman dan kue-kue yang akhirnya tidak kita makan? Hal ini menyadarkan kita betapa kita harus hemat, membeli sekedar yang dibutuhkan. Kelebihan uang yang kita punyai mungkin dapat kita sedekahkan bagi yang lebih membutuhkan melalui cara apapun.
Kita mesti berupaya agar ritualitas dan rutinitas puasa ramadhan memberi dampak kedisiplinan dalam kehidupan sehari – hari. Di samping beragam aktivitas yang dilakukan secara berkala, seperti membaca Al- Qur’an, bersedekah dan lainnya, rutinitas yang dijalankan dalam bulan ramadhan memang kita akui sangatlah teratur dan tertata sangat tertib, sehingga membuat kita menyadari bahwa ramadhan adalah kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup, yang nantinya akan tercermin dalam kehidupan kita sehari – hari walaupun ramadhan telah berlalu.
Setiap iktibar dari bulan suci ramadhan kita harapkan mampu mendedikasikan kita semua agar lebih produktif juga di luar bulan ramadhan, karena itulah esensi dari puasa yang mabrur. Semoga!

Adapun peningkatan kuantitas ibadah selama bulan Ramadhan berarti kita memperbanyak ibadah selama bulan tersebut. Dan ternyata tidak setiap ibadah dapat kita perbanyak jumlahnya sesuka hati kita. Seperti shalat sunat misalnya, kita tidak dapat memperbanyak shalat sunat di luar yang telah ditetapkan oleh Rasulullah saw. Karena setiap ibadah telah ditetapkan ketentuannya oleh Allah dan Rasul-Nya.

Diantara ibadah yang dapat kita tingkatkan kuantitasnya selama bulan Ramadhan ialah shadaqah dan membaca al-Qur'an.

Ibnu Abbas pernah menceritakan tentang keadaan Rasulullah saw, bahwasanya beliau merupakan seorang yang dermawan, dan ketika datang bulan Ramadhan, kedermawanan beliau semakin meningkat dan Jibril senantiasa menemui Beliau setiap malam untuk tadarus al-Qur'an.

Shadaqah merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Dan bershadaqah itu ternyata tidak mesti dengan harta saja. Setiap kebaikan yang kita lakukan merupakan shadaqah. Rasulullah saw. Pernah bersabda, Setiap anggota tubuh manusia wajib disedekahi, setiap hari dimana matahari terbit lalu engkau berlaku adil terhadap dua orang (yang bertikai) adalah sedekah, engkau menolong seseorang yang berkendaraan lalu engkau bantu dia untuk naik kendaraannya atau mengangkatkan barangnya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah ketika engkau berjalan menuju shalat adalah sedekah dan menghilangkan gangguan dari jalan adalah sedekah. (Riwayat Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah)

Shadaqah yang paling mudah dilakukan pada bulan Ramadhan ialah dengan memberikan makanan berbuka bagi yang shaum, walaupun sekedar seteguk air. Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Zaid bin Khalid al-Juhanny, bahwa Nabi saw., bersabda, "Barangsiapa memberi makanan untuk berbuka, maka ia mendapat pahala yang sama dengan orang yang sedang shaum, dengan tidak mengurangi pahala orang yang shaum tersebut sedikitpun" dalam riwayat lain disebutkan, beliau bersabda: Allah akan memberikan pahala ini bagi siapa saja yang memberi makanan bagi yang shaum, walaupun dengan sebiji kurma, seteguk air, atau setetes susu.

Demikian juga dengan ibadah membaca al-Qur'an. Setiap huruf yang kita baca dari al-Qur'an akan memperoleh pahala 10 kebaikan. Semakin banyak kita membaca al-Qur'an maka akan semakin banyak kebaikan yang kita peroleh. Dari Ibnu Mas’ud ra, Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka akan mendapat hasanat dan tiap hasanat mempunyai pahala berlipat 10 kali. Saya tidak berkata Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dn Mim satu huruf.” (HR Tirmidzi)

Bagi yang belum lancar membaca al-Qur'an tak usah minder dan putus asa untuk selalu membaca al-Qur'an karena Rasulullah saw telah memberikan jaminan dua pahala bagi yang membaca al-Qur'an dengan terbata-bata. Dalam Shahihain, disebutkan pula hadits dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Orang yang mahir membaca Al-Qur’an kelak (mendapat tempat disurga) bersama para utusan yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dan masih terbata-bata, dan merasa berat dan susah, maka dia mendapatkan dua pahala.”

Rasulullah SAW selalu membaca Al-Qur’an. Beliau juga suka mendengarkan bacaan dari sahabatnya, khususnya sahabat Ibnu Mas’ud. Beliau berlinang air matanya bila membaca dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an, seperti yang dikisahkan dalam sebuah hadits dari Ibnu Mas’ud: Suatu ketika Rasulullah SAW meminta Ibnu Mas’ud untuk membacakan Al-Qur’an. Ibnu Mas’ud berkata: “Ya Rasulullah, bagaimanakah saya membacakan untukmu, padahal Al-Qur’an diturunkan kepadamu?”. Dijawab nabi SAW: “Saya ingin mendengar dari orang lain”. Ibnu Mas’ud berkata, ”Maka saya bacakan surat An Nisa hingga sampai pada ayat “Fa kaifa idzaa ji’na min kulli ummatin bisyahidin waji’na bika ’ala ha’ula’i syahiida” (Bagaimanakah jika Kami telah mendatangkan untuk setiap ummat saksinya dan Kami jadikan engkau sebagai saksi atas semua ummat itu). Nabi bersabda, “Cukuplah sampai di sini”. Saya menoleh melihat nabi SAW sedang bercucuran air mata.“ {HR. Bukhori dan Muslim}.

Oleh karena itu, jika kita membaca al-Qur'an jadikanlah hal tersebut ibadah lisan kita dengan melafalkan bacaan al-Qur'an secara jelas dan keluarkan suara kita dengan nyaring. Jika bacaan kita bagus, mudah-mudahan membawa ketentraman bagi kita dan orang yang mendengar bacaan kita. Dan jika bacaan kita belum bagus dan masih banyak salahnya, mudah-mudahan dengan sering dilatih akan menjadi bagus dan ada orang yang mau membetulkan bacaan kita.

Dalam surat Fathir ayat 29, Allah swt berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi"

Semoga Ramadhan tahun ini menjadi ramadhan yang terbaik bagi kita dengan semakin baiknya kualitas ibadah dan semakin banyaknya amal ibadah yang kita lakukan diantaranya dengan memperbanyak shadaqah dan tadarus al-Qur'an.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar