Selamat Datang di www.elfaizz.blogspot.com semoga apa yang kami suguhkan bermanfaat, Kami mohon ma'af apabila masih banyak kekurangan dan kesalahan, Kritik dan saran sangat kami harapkan

Rabu, 07 Maret 2012

Ta'aruf

Jika seorang lelaki ingin menarik hati seorang wanita, biasanya yang ditebarkan adalah berjuta-juta kata puitis bin manis, penuh janji-janji untuk memikat hati, "Jika kau menjadi istriku nanti, percayalah aku satu-satunya yang bisa membahagiakanmu," atau "Jika kau menjadi istriku nanti, hanya dirimu di hatiku" dan "bla...bla...bla..." Sang wanita pun tersipu malu, hidungnya kembang kempis, sambil menundukkan kepala,
Lidah yang biasanya kelu untuk berbicara saat bertemu gebetan, tiba-tiba jadi luwes, kadang dibumbui 'ancaman' hanya karena keinginan untuk mendapatkan doi seorang. Kalo ada yang coba-coba main mata ama si doi, "Jangan macem-macem lu, gue punya nih!" Amboi... belum dinikahi kok udah ngaku-ngaku miliknya dia ya? Lha, yang udah nikah aja ngerti kalo pasangannya itu sebenarnya milik Allah SWT.
Emang iya sih, wanita biasanya lebih terpikat dengan lelaki yang bisa menyakinkan dirinya apabila ntar udah menikah bakal selalu sayang hingga ujung waktu, serta bisa membimbingnya kelak kepada keridhoan Allah SWT. Bukan lelaki yang janji-janji mulu, tanpa berbuat yang nyata, atau lelaki yang gak berani mengajaknya menikah dengan 1001 alasan yang di buat-buat.
Kalo lelaki yang datang serta mengucapkan janjinya itu adalah seseorang yang emang kita kenal taat ibadah, akhlak serta budi pekertinya laksana Rasulullah SAW atau Ali bin Abi Thalib r.a., ini sih gak perlu ditunda jawabannya, cepet-cepet kepala dianggukkan, daripada diambil orang lain, iya gak? Namun realita
yang terjadi, terkadang yang datang itu justru tipe seperti Ramli, Si Raja Chatting, atau malah Arjuna, Si Pencari Cinta, yang hanya mengumbar janji-janji palsu, lalu bagaimana sang wanita bisa percaya dan yakin dengan janjinya?
Nah...
Berarti masalahnya adalah bagaimana cara kita menjelaskan calon pasangan untuk percaya dengan kita? Pusying... pusying... gimana caranya ya? Ih nyantai aja, semua itu telah diatur dalam syariat Islam kok, karena caranya bisa dengan proses ta'aruf. Apa sih yang harus dilakukan dalam ta'aruf? Apa iya, seperti ucapan janji-janji seperti diatas?
 


Bagaimana Ta'aruf yang benar....????

Taaruf bermakna saling mengenal antara sebagian manusia dengan sebagian lainnya. Termasuk dalam istilah ini adalah proses saling mengenal antara dua orang lawan jenis yang ingin menikah. Jika diantara mereka berdua ada kecocokan maka bisa berlanjut ke jenjang pernikahan namun jika tidak maka proses pun behenti dan tidak berlanjut.
Taaruf bukanlah pernikahan yang menghalalkan berdua-duaan layaknya pasangan suami-istri. Di dalam proses taaruf ini tidak diperbolehkan adanya khalwat (berdua-duaan) di antara dua orang lawan jenis tersebut karena perbuatan ini melanggar rambu-rambu syar’i dan menjadi pintu masuknya setan, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam at Tirmidzi bahwa Nabi shalalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Tidaklah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali ketiganya adalah setan."
Juga apa yang diriwayatkan Imam Muslim dari Ibnu 'Abbas bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali wanita itu disertai muhrimnya.”
Taaruf dengan menggunakan alat-alat komunikasi modern seperti telepon, handphone, email maupun Facebook memungkinkan terjadinya khalwat di antara mereka berdua serta dapat menimbulkan fitnah.
Hal itu dikarenakan didalam proses taaruf inilah si lelaki akan menggali tentang data-data si wanita, begitu sebaliknya si wanita akan menggali tentang data-data si lelaki, baik data-data pribadi, pendidikan, keluarga atau lainnya yang diperlukan mereka berdua. Dan ketika dilakukan dengan menggunakan handphone, email maupun Facebook maka terjadi proses komuniksi dua arah secara langsung antara mereka berdua bahkan tidak jarang terjadi hingga beberapa kali. Dan jika ini terjadi maka sesungguhnya setan telah berhasil memperdaya dan menipu mereka berdua.
Syeikh Ibnu Jibrin pernah ditanya tentang hukum surat menyurat antara seorang pemuda dan pemudi, sebagaimana diketahui bahwa didalam surat menyurat ini bersih dari mesum, percumbuan dan percintaan?
Beliau menjawab:
“Tidak diperbolehkan seorang pemuda mengirimkan surat kepada wanita yang bukan mahramnya dikarenakan hal itu mengandung fitnah. Memang terkadang orang yang mengirim surat tidak merasa bahwa hal itu adalah fitnah akan tetapi setan senantiasa menggoda si pemuda dan pemudi itu.”
“Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah memerintahkan seseorang yang mendengar tentang dajjal agar menjauhinya. Dan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam juga memberitahu bahwa seorang lelaki benar-benar akan mendatangi dajjal dan mengira seorang mukmin akan tetapi ia tetap mengikuti dajjal sehingga ia terkena fitnah.”
“Didalam surat menyurat antara para pemudi dan pemuda terdapat fitnah dan bahaya besar yang harus dihindari meskipun si penanya mengatakan bahwa didalamnya tidak terdapat dari mesum, percumbuan dan percintaan.” (Fatawa al Marah)
Oleh karena itu sebaiknya anda lanjutkanlah proses taaruf itu —jika masih diperlukan— dengan pertemuan  yang disertai orang lain atau mahramnya.

Wallahu A’lam.

Antara Ta'aruf dan Pacaran.........
wah gimana yah....???
pengen tahu... Klik disini
Reaksi:

2 komentar:

  1. Subhanallah, Makasih, Ijin Bacain Di Acara Kultum Rutin Sekolah Gan :D

    BalasHapus
  2. Silahkan....
    Semoga bermanfaat...
    Amiiin..........

    BalasHapus