Selamat Datang di www.elfaizz.blogspot.com semoga apa yang kami suguhkan bermanfaat, Kami mohon ma'af apabila masih banyak kekurangan dan kesalahan, Kritik dan saran sangat kami harapkan

Rabu, 10 Oktober 2012

Seorang PEMIMPIN harus LAPANG DADA

KESUKSESAN seorang PEMIMPIN pun diawali dengan LAPANG DADA.

~~ LAPANG DADA ,ketika menghadapi KESULITAN.
~~ LAPANG DADA ketika menghadapi PERMASALAHAN.
~~ LAPANG DADA ketika menghadapai TANTANGAN.
~~ LAPANG DADA ketika menghadapi KONFLIK KONFLIK..

Siapapun PEMIMPIN itu...

Apakah ia,sebagai PEMIMPIN KELUARGA,sebagai PEMIMPIN anak anaknya,sebagai PEMIMPIN di kantor,SEBAGAI pemimpin DI LAPANGAN,sebagai PEMIMPIN di DAERAH ,dll.

~~ Dalam mengarungi kehidupan ini,setiap orang,setiap PEMIMPIN akan selalu mendapatkan MASALAH..

~~ MAKA dengan LAPANG DADA,ia akan selalu TENANG..TIDAK GUGUP,..menghadapi segala MASALAH..

~~ Dan hanya ALLAH..yang dapat memberikan LAPANG DADA.
~~ Maka selalulah BERDOA,agar diberi ALLAH,LAPANG DADA..

♥ Nabi Musapun BERDOA;''Ya Tuhanku,LAPANGKANLAH untukku DADAKU'' [Thaha,25]

♥ Nabi Muhammadpun DILAPANGKAN DADA nya oleh Allah.
''Bukankah Kami telah MELAPANGKAN untukmu DADAMU ?''[Al Insyirah 1]

Namun tetap merasa KESEMPITAN DADA,ketika mendapat hinaan dari kaum Quraisy.
♥ ''Dan Kami sungguh sungguh mengetahui DADAMU menjadi SEMPIT,disebabkan apa yang mereka ucapkan''[al Hijr 97]

♥ Maka ALLAH,memberi SOLUSI,agar TETAP LAPANG DADA,yakni dengan.

1.DZIKRULLAH.diperbanyak.
2.SUJUD,diperbanyak.
3.SEMBAHLAH ALLAH.

♥ ''Maka BERTASBIHLAH dengan MEMUJI Tuhanmu dan jadilah kamu diantara orang orang yang BERSUJUD/SHALAT,dan SEMBAHLAH Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini/AJAL''[Al Hijr 98-99]

Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, Iyas bin Mu’awiyah al-Muzanni diangkat menjadi Qadhi (hakim) di Bashrah. Beliau terkenal sebagai hakim yang cerdas. Alkisah tersebarlah
berita tentang kecerdasan Iyas, sehingga orang-orang berdatangan kepadanya dari berbagai penjuru untuk bertanya tentang ilmu dan agama. Sebagian ingin belajar, sebagian lagi ada yang ingin menguji dan ada pula yang hendak berdebat kusir.
Diantara mereka ada Duhqan (seperti jabatan lurah di kalangan Persia dahulu) yang datang ke majelisnya dan bertanya:

Duhqan: “Wahai Abu Wa’ilah, bagaimana pendapatmu tentang minuman yang memabukkan?”

Iyas: “Haram!”

Duhqan: “Dari sisi mana dikatakan haram, sedangkan ia tak lebih dari buah dan air yang diolah, sedangkan keduanya sama-sama halal.”

Iyas: ”Apakah engkau sudah selesai bicara, wahai Duhqan, ataukah masih ada yang hendak kau
utarakan?”

Duhqan: ” Sudah, silahkan bicara!”

Iyas: ”Seandainya kuambil air dan kusiramkan ke mukamu, apakah engkau merasa sakit?”

Duhqan: ”Tidak!”

Iyas: ”Jika kuambil segenggam pasir lalu kulempar kepadamu, apakah terasa sakit?”

Duhqan: ”Tidak!”

Iyas: ”Jika aku mengambil segenggam semen dan kulemparkan kepadamu, apakah terasa sakit?”

Duhqan: ”Tidak!”

Iyas: ”Sekarang, jika kuambil pasir, lalu kucampur dengan segenggam semen, lalu aku tuangkan air diatasnya dan kuaduk, lalu kujemur hingga kering, lalu kupukulkan ke kepalamu, apakah engkau merasa sakit?”

Duhqan: ”Benar, bahkan bisa membunuhku!”

Iyas: ”Begitulah halnya dengan khamr. Disaat kau kumpulkan bagian-bagiannya lalu kau olah menjadi minuman yang memabukkan, maka dia menjadi haram.”

Sumber: Mereka adalah Tabi’in

Wallahu a'lam.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar