Demi tegaknya Syiar Islam, dan bukti bahwa Islam sangat menghargai Wanita, bahkan memuliakannya. Maka kami merasa perlu untuk menyebarkan syiar itu, semoga dengan artikel ini orang akan semakin tahu bahwa Wanita harus di muliakan dan di lindungi.
Allah SWT saja memuliakannya, kenapa masih banyak orang (laki-laki) yang melecehkan wanita, atau bahkan tidak sedikit wanita itu sendiri yang merendahkan dirinya sendiri.
Predikat mulia dimata kaum materialis adalah bila dapat tampil
didepaan umum dengan gemerlapnya perhiasan dunia. Mulia bagi orang yang
gila hormat, apabila dapat tampil dimana-mana dipuji dan disanjung oleh
banyak pengagumnya. Mulia dimata ahli pemuas
hawa nafsu adalah bila mampu memiliki sarana untuk memuaskan
hawanafsunya dan mengajak orang lain terjun mengikutinya.
1. Mulia menurut Allah
Mulia dimata orang sombong, apabila dapat tampil
sombong atau merendahkan dan meremehkan orang lain dimuka umum, dst-dst
tentang kriteria-kriteria yang berkembang di tengah-tengah kehidupan
tentang mengartikan kemuliaan. Allah SWT telah menegaskan arti kemuliaan
sebagaimana dalam firmannya yang artinya
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari
seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu
berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah
orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. 49:13)
Taqwa dapat semakin berkwalitas tinggi bila seorang manusia dapat
semakin ta’at dan tunduk patuh kepada Allah. Memiliki kecintaan untuk
mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah dengan senang
hati. Karena yakin bahwa apa yang dituntunkan oleh Allah adalah kebaikan
yang haqiqi.
.
2. Allah memuliakan wanita
Secara khusus Allah telah memuliakan wanita dengan penghormatan yang diberikan oleh Allah baik oleh anaknya maupun oleh suaminya
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada
dua orang ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah
yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah
kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah
kembalimu. (QS. 31:14)
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia
menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu
cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu
rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. 30:21)
Dari Abu Hurairah ra ia berkata : Rasulullah SAW
bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling
baik diantara mereka akhlaqnya, dan yang paling baik diantara kamu
sekalian adalah orang yang paling baik terhadap istri mereka”.[HR.
Tirmidzi]
Sebaik-baik diantara kalian adalah orang yang paling baik
terhadap istrinya, dan aku adalah orang yang paling baik diantara
kalian terhadap istriku [HR. Ibnu Majah] )
Allah telah mewajibkan setiap manusia mengenang dan membalas budi
orang tuanya, membalas budi baik ibu-ibu-nya. Dan Allah meletakkan do’a
yang ijabah kepada orang tua, terutama do’a ibu untuk anak-anaknya.
Sehingga sudah sepantasnya para kaum ibu untuk menghiasi dirinya dengan
kemuliaan ilmu dan akhlaq, sehingga dapat mendidik anak-anak mereka
memiliki ilmu dan akhlaq yang mulia.
Anak-anaknya akan menjadi manusia-manusia utama yang dapat memuliakan
dirinya dan secara otomatis akan pula mengangkat derajad kemuliaan
orang tuanya atas didikan para orang tua terutama para ibunya.
Demikian pula seorang suami diperintah oleh Allah untuk memimpin
istri-istrinya ke jalan yang benar dan kemudian menyayangi mereka.
Kemudian memberi nafkah kepada mereka, dan melindungi serta menjaga
mereka agar mereka dapat hidup dengan selamat dan bahagia dalam
memelihara anak-anak mereka dan memelihara iman dan taqwanya.
.
3. Menjaga dan memelihara sifat kemuliaan wanita
Sifat mulia yang menonjol yang Allah anugrahkan pada wanita adalah
kehalusan, kelembutan perasaan dan hati dan sifat malu yang dominan. Dan
kedua sifat tersebut sangat dekat dengan sifat kemuliaan iman dan
taqwa, bahwa malu adalah sebagian dari iman.
Dua sifat inilah yang sangat diperlukan dalam pembentukan generasi
penerus yang memiliki kehalusan budi pekerti dan kesopanan, Dan Allah
telah memberikan jalan bagaimana memelihara dan memupuk agar kedua sifat
tersebut tetap dominan di dalam diri seorang wanita.
dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu
berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu
dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta’atilah Allah dan
Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari
kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS.
33:33)
Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat
Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut
lagi Maha Mengetahui. (QS. 33:34)
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim,
laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap
dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan
perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki
dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa,
laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan
perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan
untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. 33:35) )
Taqwa dalam diri seseorang adalah sesuatu martabat yang sangat
tinggi, sesuatu yang mendatangkan kebahagiaan dan ketenteraman di dunia
dan di akherat, kebahagiaan yang haqiqi. Sesuatu yang menumbuhkan
ketenteraman dan kepuasan lahir dan batin dalam mengarungi bahtera
kehidupan
Islam telah mengajarkan cara-cara menjaga kemuliaan, diantaranya
dengan menjaga kewibawaan masing-masing diri, sehingga tidak membiarkan
terjadinya pergaulan bebas diantara manusia berlainan jenis kelamin yang
bukan mukhrim.
Pergaulan yang sangat bebas
antara pria dan wanita yang bukan mukhrim akan memudarkan dan mencabut
ketaqwaan dari diri seseorang. Rasa malu yang tebal merupakan
fitrah seorang wanita yang masih memeliharanya, hingga ketika berjumpa
dan bergaul dengan lawan jenis yang bukan mukhrim pun rasa malu ini akan
nampak menonjol dan akan menjadi benteng, dinding bagi ketaqwaannya
Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua
wanita itu berjalan dengan kemalu-maluan, ia berkata: “Sesungguhnya
bapakku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan)mu
memberi minum (ternak) kami”. …… (QS. 28:25) )
Zaman modern zaman yang terbuka lebar berbagai kesempatan dan
sekaligus kompetisi. Namun Zaman modern-pun akan menjadi kacau balau
jika berjalan tanpa aturan. Betapa semrawutnya sebuah lalu lintas ketika
lampu-lampu pengatur lalulintas telah padam. Semrawut bukan???, pusing
bukan???, bingung bukan??? Kacau bukan???. Yang demikianlah bila
manusia sudah mengabaikan peraturan. Apalagi mengabaikan peraturan
Allah.
.
4. Wanita sebagai Pemimpin
Banyak sektor-sektor pekerjaan yang memang hanya bisa dan akan
sempurna bila dikerjakan oleh manusia-manusia ahli dari golongan kaum
perempuan. Sebaliknya juga banyak sektor-sektor pekerjaan yang akan
maksimal bila ditangani oleh kaum laki-laki. Dan islam tidak melarang
kaum perempuan untuk bekerja di tengah-tengah masyarakat, asal sesusai
dengan fitrahnya dan tetap terjaga ketaqwaannya. Dan Allah sangat
menekankan peran wanita dalam penjagaan kestabilan dalam hidup rumah
tangganya.
Rasulullah Muhammad SAW telah mengajarkan kepada umat Islam tentang
pentingnya kepemimpinan kaum perempuan terutama di tengah-tengah
keluarganya sebagaimana sabda beliau yang artinya:
Masing-masing kamu adalah pemimpin, dan masing-masing
kamu akan ditanya tentang kepemimpinannya. Imam adalah pemimpin dan akan
ditanya tentang kepemimpinannya. Orang laki-laki(suami) adalah pemimpin
dalam keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinanya. Istri adalah
pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan akan ditanya tentang
kepemimpinannya. Pelayan adalah pemimpin dalam menjaga harta tuannya dan
akan ditanya tentang kepemimpinannya. Dan masing-masing dari kamu
sekalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya.[HR.
Bukhari dan Muslim] )
Islam mensejajarkan setiap manusia, baik laki-laki dan perempuan dan
masing-masing diberi kelebihan pada bidangnya masing-masing. Kelebihan
yang diberikan oleh Allah pada laki-laki adalah pada kemampuannya
mencari nafkah dan melindungi segenap anggota keluarga
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh
karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas
sebahagian yang lain(wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah
menafkahkan sebahagian dari harta mereka. Sebab itu maka Wanita yang
saleh, ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika
suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). ………..
(QS. 4:34) )
Sebaliknya kaum wanita memiliki kelebihan dalam membangun
keharmonisan keluarga, baik terhadap suami dan terutama membangun
agama, akhlaq, budi pekerti untuk anak-anak mereka.
Banyak karakter anak yang menyimpang di hari ini disebabkan karena
para ibu telah menyibukkan diri di luar rumah tangganya, waktunya
tersita habis untuk mengurusi pekerjaan di luar rumah, sehingga
anak-anak mereka kehilangan kasih sayang dan didikan para ibu-ibu yang
sholihah.
Ibu-ibu yang telalu banyak
beraktifitas diluar rumah, apalagi didalam lingkungan yang bercampur
bawur serta sibuk dalam masalah dunia semata-mata, maka iman dan taqwa
kaum ibupun menjadi luntur dan pudar. Sehingga tidak lagi mampu menjadi
pendidik-pendidik keluarga dengan ketinggian moral dan akhlaq.
Atau pula dominasi informasi dari luar lewat berbagai multi media
yang menerobos ke dalam rumah-rumah, maka dapat pula meracuni jiwa para
kaum ibu dan kaum wanita, sehingga mereka terseret kepada akhlaq yang
rendah. Sehingga mereka mendidik anak-anaknya pun dengan akhlaq yang
rendah pula.
.
5. Kesesatan Hati dalam memaknai Kehidupan Dunia
Sering terjadi ditengah-tengah masyarakat iklan-iklan penyesat atau
pula slogan-slogan penyesat yang memang bertujuan untuk menyesatkan dan
mengacaukan keteraturan kehidupan umat manusia. Maukah kita termakan
oleh hal-hal yang menyesatkan dan kemudian mengacaukan keteraturan
kehidupan.
Relakah kita membiarkan
ibu-ibu kita bekerja di tambang-tambang batubara di kedalaman bawah
tanah, sedang bapak-bapak kita bekerja sebagai perawat-perawat bayi di
rumah sakit ???, memang ini sesuatu contoh yang sangat extrim,
namun sering kita menolak bimbingan Allah Tuhan Yang Maha Pengasih dan
Maha Bijaksana, Tuhan pencipta seluruh alam, kemudian kita lebih suka
mengikuti ajakan orang-orang kafir, yang mereka memang lebih suka hidup
semaunya sendiri dan suka menyulitkan dirinya sendiri.
Pandangan mata hati seorang
muslim yang sholih dan sholihah memang beda dengan pandangan
orang-orang kafir. Kehidupan dunia adalah kehidupan yang sementara,
kehidupan yang harus diwarnai dengan keimanan dan ketaqwaan, diwarnai
dengan keta’atan kepada Allah, hidup dengan amal sholih, dengan begitu
hidup yang sementara ini akan berujung di surga jannah Allah,
kebahagiaan yang kekal di akherat.
Sebaliknya hidup di dunia bagi orang kafir adalah terminal akhir
kebahagiaan, karena setelah itu mereka tidak percaya akan adanya
kehidupan akherat, dan kemungkinan besar mereka akan menetap di nereka.
Maka perebutan kenikmatan dunia menjadi perebutan yang sangat hebat dan
menjadi kerja utama yang sangat-sangat fital dan menyita seluruh waktu
hidupnya. Berbagai aturan Allah diabaikan. Berbagai janji Allah
diabaikan. Segala larangan Allah dilanggar. Karena memang dunia adalah
terminal kesenangan dan kebahagiaan bagi mereka.
Memang menjadi sangat sulit hidup ditengah bercampurnya prinsip hidup
yang beraneka ragam, dan enggan diatur dengan aturan Allah, sehingga
semuanya menjadi campur aduk, semrawut dan kacau balau. Namun yang benar
tetap benar dan yang batil tetap batil. Orang bertaqwa harus memagang
teguh kebenaran di tengah kebatilan yang merajalela.
Semoga Allah menunjuki kita umat manusia untuk mencintai bimbingan
Allah, dan bersyukur kepada-Nya dan selalu tekun melewati jalan
petunjukk-Nya. Laki-laki dan perempuan masing-masing punya kelebihan dan
kekurangan. Allah menciptakan
segala sesuatu saling berpasangan untuk saling melengkapi, saling
menutupi kekurangan dan saling bantu-membantu dalam memelihara keiman
dan taqwanya kepada Allah. Dan kebahagiaan serta kenikmatan itu
akan diteruskan besok di surga Jannah di akherat yang tinggi, luas dan
lebih kekal. Wallahu a’lam.
Sumber :
http://mta-online.com/
Bagaimana Cara Mendapatkan Airdrop Hamster Kombat?
-
*Hamster Kombat* adalah sebuah *game tap to earn* yang viral dalam waktu
yang singkat, bayangkan hanya dalam waktu 6 bulan, lebih dari 300 juta
orang dari ...
5 bulan yang lalu
ya maka dari itu kita harus menghargai wanita ya bang?
BalasHapuskayak lagu gitu -_-
Betul,
BalasHapusKalo saja semua saling menghargai,
pasti dunia ini damai.
Betullll....
Artikel yang luar biasa. Islam memang sangat memuliakan kaum hawa. Salam ACTION!
BalasHapusTerimakasih..
BalasHapusSemoga Allah SWT. selalu bersama Agan.
:D siap!! trrimakasih tausyiahnya
BalasHapusMasama Bang Ale...
BalasHapusSemoga pernikahan Bang Ale langgeng sampe dunia akherat.