Pada setiap kali menjelang Idul Fithri seperti sekarang ini atau
tepat pada hari rayanya, seringkali kita mendengar dari para Khotib di
mimbar menerangkan, bahwa Idul Fithri itu ma’nanya -menurut persangkaan
mereka- ialah kembali kepada FITRAH, yakni kita kembali kepada fitrah
kita semula disebabkan telah terhapusnya dosa-dosa kita.
Begitulah yang sering kita dengar ketika mengikuti khobah setelah Sholat Id.
diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. : tak sekalipun Nabi Muhammad Saw
pergi (untuk shalat) pada hari raya idul fitri tanpa makan beberapa
kurma sebelumnya. Anas juga mengatakan : Nabi Muhammad Saw makan kurma
dalam jumlah yang ganjil
Berikut ini beberapa ayat dan hadits tentang Idul Fitri :
1. Al Quran menerusi ayat 185 surah al-Baqarah:
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan (hari terakhir Ramadan 30
hari) dan kamu mengagungkan Allah (bertakbir raya) atas petunjuk-Nya
yang dianugerahkan kepada kamu agar kamu menjadi orang-orang yang
bersyukur.”
2. Imam Tabrani r.a. yang bermaksud:
“Barang siapa menghayati malam Hari Raya Aidil Fitri dan malam Hari Raya
Aidil Adha dengan amal ibadah sedang dia mengharapkan keredaan Allah
semata-mata hatinya tidak akan mati seperti hati orang-orang kafir.”
3. Daripada Umamah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w. telah
bersabda barang siapa mengerjakan amal ibadah pada malam Hari Raya
Aidilfitri dengan mengharapkan keredaan Allah semata-mata hatinya tidak
akan mati pada hari kiamat sebagai matinya hati orang-orang yang kafir
ingkar pada hari kiamat.
4. Imam Tabrani r.a. yang bermaksud:
“Barang siapa menghayati malam Hari Raya Aidil Fitri dan malam Hari Raya
Aidil Adha dengan amal ibadah sedang dia mengharapkan keredaan Allah
semata-mata hatinya tidak akan mati seperti hati orang-orang kafir.
5. Di dalam hadis yang lain Rasulullah s.a.w. bersabda daripada Anas r.a. maksudnya:
Hiasilah kedua-dua Hari Raya kamu iaitu Hari Raya Puasa dan juga Hari Raya Korban dengan Takbir, Tahmid dan Taqdis.
6. “Artinya : Dari Abi Hurairah , sesungguhnya Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam telah bersabda. Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu
berpuasa, dan Fithri itu ialah pada hari KAMU BERBUKA. Dan Adha itu
ialah pada hari kamu menyembelih hewan”.
SHAHIH. Dikeluarkan oleh Imam-imam : Tirmidzi No. 693, Abu Dawud No.
2324, Ibnu Majah No. 1660, Ad-Daruquthni jalan dari Abi Hurarirah
sebagaimana telah saya terangkan sanadnya di kitab saya “Riyadlul
Jannah” No. 721. Dan lafadz ini dari riwayat Imam Tirmidzi.
7. Dan dalam salah satu lafadz Imam Daruquthni :
“Artinya : Puasa kamu ialah pada hari kamu berpuasa, dan Fithri kamu ialah pada hari kamu berbuka”.
8. Dan dalam lafadz Imam Ibnu Majah :
“Artinya : Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka, dan Adha pada hari kamu menyembelih hewan”.
9. Dan dalam lafadz Imam Abu Dawud:
“Artinya : Dan Fithri kamu itu ialah pada hari kamu berbuka, sedangkan Adha ialah pada hari kamu menyembelih hewan”.
5) Praktek-praktek Menjelang Puasa HariMuslim
mendorong orang untuk beramai-ramai i'tikaf dimasjid sepuluh malam
terakhir bulan Ramadhan (untuk-21 malam ke malam atau ke-29-30) kerana
diperkirakan akan bertemu malam ini LAILATIL Qadr atau malam daya yang
memiliki nilai lebih baik dari 1000 bulan. Praktek
ini dilakukan pada saat kehidupan Nabi Muhammad dan para sahabat dan
abad-abad berikutnya, bahkan sampai sekarang masih melakukannya indah
disesetengah negara Islam, khususnya di Masjidil Haram (Mekah), tapi
sayangnya di negara kita adalah Idil sebagian besar umat Islam menyapa '
Fitri fizikal lebih terkonsentrasi dalam bentuk atau ke luar, yang tidak sesuai sesetengahnya dengan semangat ajaran Islam. Sejak
awal Ramadhan lagi, mereka lebih terkonsentrasi ke pusat membeli-belah
pihak, menyelesaikan penyusunan membeli pakaian, dekorasi rumah dan
lain-lain lagi. Ketika pesta itu tentang, lebih banyak rumah yang sebagian besar terkonsentrasi ratu-kuih muih menyediakan berbagai jenis.Setiap
individu Muslim dan Muslim aktiviti diperlukan untuk menilai semua yang
telah berjalan selama ini, yang sesetengahnya telah menjadi 'budaya'
acara termasuk bentuk sambutan 'Idil Fitri. Karakteristik
yang diambil dari luar budaya Islam atau warisan budaya asing, yang
tidak sesuai dengan syariat Islam dan aqidah membiarkan ditinggalkan. Kami dapat menyediakan makanan, juadah dan kuih0muih untuk Hari Raya tetapi marilah dalam bentuk yang sederhana. Demikian pula, rumah perhiasan, pakaian untuk dirinya sendiri dan anak-anak mestilah sesuai dengan ekonomi keluarga. Event-agama
perangko ziarah kunjungan tua, Sandara-mara, kerabat, orang-orang yang
berkontribusi bagi kita sebagai guru dan pendamping Sabahat sebenarnya
tidak terbatas pada Pesta berkat Sahaja, tetapi perlu dilakukan pada
hari dan yang lain yang sesuai bulan
selama selama, sebagai Nabi Rasullullah sawyang berarti: ". sayang
saudara mara Ziarahilah Anda dari waktu ke waktu ia dapat menambahkan
kerana" Terlebih lagi agama mengunjungi orang tua kita, membiarkan mereka melakukan labih sering dan jangan menunggu Hari Raya Sahaja. Praktek itu perlu juga meminta maaf segera dilakukan jika kita merasa telah membuat pengawasan dan kesalahan pada orang lain.
Bagaimana Cara Mendapatkan Airdrop Hamster Kombat?
-
*Hamster Kombat* adalah sebuah *game tap to earn* yang viral dalam waktu
yang singkat, bayangkan hanya dalam waktu 6 bulan, lebih dari 300 juta
orang dari ...
5 bulan yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar